Signage McDonalds dari Masa ke Masa

Siapa tak kenal McDonald’s? Perusahaan makanan cepat saji bertabur warna merah-kuning ini merajai pasar dunia lewat terobosan waralaba yang fenomenal. McDonald’s pertama kali didirikan tahun 1937 oleh Richard dan Maurice McDonald di sebelah timur Pasadena. Saat itu McDonald’s masih berupa restoran drive-in tanpa fasilitas makan di tempat. Menyadari potensi bisnis yang besar ditambah popularitas restoran mereka, McDonald bersaudara kemudian menggandeng Ray Kroc untuk mengembangkan McDonald’s jadi restoran seperti kita kenal sekarang. Langkah itu terbukti tepat. McDonald’s kini sudah memiliki sekitar 14.000 restoran di seluruh dunia.

Mendengar kata McDonald’s pasti tak lepas dari sosok Ronald McDonald yang lucu. Badut langsing dengan baju bergaris dan rambut keriting merah siap menyapa pengunjung di cabang McD manapun. Tapi jangan salah, jauh sebelum Ronald McDonald melamar posisi ikon di McD, Speedee sang koki telah lebih dulu menduduki posisi tersebut. Speedee merupakan ikon McD dari tahun 1948 hingga sekitar 1962, sebelum ia digantikan Bozo the Clown yang kemudian tumbuh menjadi Ronald McDonald pada 1967. Strategi ini bertujuan mengembangkan citra McD sebagai makanan yang ramah dan aman.

Speedee (sumber foto)

Ronald McDonald pertama, diperankan Willard Scott (foto dari Wikipedia)

Patung Ronald McDonald di restoran-restoran McD (foto dari Wikipedia)

 

Selain Speedee, apa saja perubahan yang dilakukan McD untuk mendongkrak citra dan penjualannya? Sejak McD didirikan nyaris satu abad lalu, McD telah berulang kali ganti wajah. Bahkan McD pertama kali dikenal sebagai McDonald’s Famous Barbecue. Baru di tahun 1948 ia dinamakan McDonald’s Famous Hamburger, kemudian McDonald’s (tanpa Hamburger) di tahun 1953. Semua perubahan nama ini diikuti perubahan branding yang meliputi semua aspek advertising seperti sign, merchandise, logo dan warna.

Baru setelah namanya berganti jadi McDonald’s lah warna merah-kuning ditetapkan sebagai warna utama. Dari sini, signage McD masih mengalami beragam pergantian rupa. Lihat wajah-wajah sign McD di bawah:

1948-1953

1953-1960

1960-1962

1968-sekarang

1995-sekarang

2003-sekarang

2006-sekarang

sumber: Logopedia

Signage McD dibuat mengikuti trend saat itu. Setelah era retro berakhir, trend mulai beralih ke arah modern. Meskipun banyak melakukan perubahan, sign McD tetap mengusung konsep warna merah-kuning. Logo dua lengkungan yang belakangan dipakai lalu dirancang agar tampil lebih menonjol dari isi sign lain. Dengan demikian, logo McD jadi lebih mudah terlihat dan diingat penikmatnya. Bahkan saat ini McD tak perlu lagi menambahkan tulisan McDonald’s di logo-nya, karena logo tersebut sudah demikian terkenal.

Mengapa sign McD bisa demikian sukses? Paling tidak, McD sudah mengadopsi rumus berikut:

  1. Uniqueness. Sign McD nampak menonjol dan unik dibanding lingkungan sekitarnya. Mengikuti trend yang berlaku tak membuatnya kehilangan ciri khas brand. Trik mudahnya, jangan tempatkan sign di lokasi yang penuh dengan sign lain atau terlalu ramai. Cari titik strategis dan miliki wilayah tersebut.
  2. Lokasi Penempatan. Jika diperhatikan, sign McD biasanya tampil ekstravaganza. Bukan karena sign-nya besar, tapi lebih karena lokasi yang dipilih mudah dilihat orang dari sudut/angle yang membuatnya tampak istimewa. Selalu coba lihat sign dari beberapa angle untuk menentukan sudut pemasangan yang pas.
  3. Brand. Signage McD tak pernah ramai oleh serbuan produk. Signage-nya hanya berisi logo McD berupa dua lengkungan yang khas. Signage McD tidak mencoba menawarkan produk yang mereka jual, tapi justru memberitahu konsumen bahwa mereka ada dekat konsumen dan siap menyambut konsumen kapan saja. Taktik ini terbukti ampuh menempelkan brand mereka di benak konsumen.
  4. Readability. Signage McD memenuhi faktor keterbacaan. Ini yang utama, karena apa  gunanya sign bila pesan di dalamnya sama sekali tak mudah dibaca?
  5. Visibility. Sign McD mampu menarik banyak pasang mata melihatnya. Mereka selalu memastikan sign-nya ramah terhadap mata konsumen, serta menarik untuk dilirik.

McDonald’s adalah contoh usaha yang sukses lewat strategi branding. McDonald’s memahami keunggulan sign dan memanfaatkannya dengan maksimal. Strategi yang sama bisa diterapkan pada usaha Anda untuk membuatnya semakin besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s