Inspirasi Wayfinding

wayfinding inspiration (11)

Istilah wayfinding pertama kali dikemukakan pada 1960 oleh Kevin Lynch dalam “The Image of the City,” dimana dia mengacu istilah tersebut pada peta, nomor jalan, papan penunjuk arah, dan elemen-elemen lain sebagai “way-finding devices.” Deskripsi ringkas inilah yang pada perjalanannya sering menimbulkan salah paham antara wayfinding dengan signage.

Pada dasarnya, wayfinding tidak sama dengan signage. Dalam bukunya yang dirancang bersama desainer wayfinding Paul Arthur, arsitek dan psikolog lingkungan Romedi Passini menjelaskan bahwa dalam wayfinding, orang harus memecahkan permasalahan arsitektur sekaligus ruang urban yang mencakup dua hal penting: merencanakan tindakan, dan mengeksekusi rencana tersebut.

Maksudnya, seseorang yang berada dalam lingkungan tidak dikenal pertama-tama harus dapat mengidentifikasi posisinya saat itu, bagaimana tata letak lingkungannya, dan bagaimana cara ia mencapai tujuannya, sebelum dapat merumuskan rencana tindakannya. Setelah itu, bergantung pada kejelasan petunjuk di sekitarnya, ia akan dapat mengeksekusi rencana tersebut. Di sinilah signage baru berperan.

Jadi dapat dikatakan wayfinding adalah sistem petunjuk arah yang melingkupi tata ruang, arsitektur, penempatan unsur-unsur identifikasi, dan sebagainya. Sedangkan signage adalah papan petunjuk, simbol, logo, keterangan, yang membantu proses wayfinding tersebut. Maka sebuah wayfinding tidak sepenuhnya bergantung pada signage selama ia dirancang secara ideal dan berkesinambungan.

Berbeda dengan signage yang lebih spesifik dan jelas pesannya, wayfinding terdiri atas bermacam unsur yang saling berkaitan satu sama lain. Sebuah sistem wayfinding disusun melalui serangkaian survey dan penelitian arsitektur, kemudian dirancang dengan melibatkan banyak media. Selain media seperti signage atau papan petunjuk arah, wayfinding juga melibatkan komunikasi verbal dan visual lainnya. Misalnya peta digital, petunjuk pada dinding, staff yang dilatih untuk menyampaikan informasi lokasi dalam berbagai bahasa dan cara, bunyi-bunyi khusus di lift, hingga aplikasi khusus yang dapat diunduh lewat smartphone.

Pada akhirnya, kunci wayfinding yang baik adalah memadukan tata ruang, signage atau papan petunjuk, area jalan, dan unsur-unsur lingkungan lain untuk membantu pengunjung mencapai lokasi yang diinginkan tanpa kebingungan. Semua petunjuk ini haruslah terhubung satu sama lain, memiliki nilai estetis yang baik, dan dapat menimbulkan kesan positif seperti rasa aman dan nyaman bagi setiap pengunjung.

Berikut ini kami rangkum beberapa wayfinding yang bukan saja menarik secara visual, namun juga menyampaikan fungsinya dengan baik:

wayfinding inspiration (7)

The Storehagen Atrium di Forde, Norwegia. Memanfaatkan warna untuk menandai setiap lantai secara konsisten. foto dari siniwayfinding inspiration (6) wayfinding inspiration (9)

Sign penanda lantai di Mercedez Museum. Foto dari sini

wayfinding inspiration (8)

Wayfinding yang menyatu dengan interior di antara panel. Foto dari siniwayfinding inspiration

Wayfinding Signage pada jalan Seven17 Bourke di Melbourne, Australia oleh Pidgeon. Memadukan signage dengan konsep keseluruhan lokasi. Foto dari sini
wayfinding inspiration (2)

Wayfinding Centre Pompidou-Metz Museum of Modern Art. Menempatkan sign pada tempat-tempat diluar kebiasaan. Foto dari siniwayfinding inspiration (11)

Peta digital kota dari We Shall See, Inggris. Foto dari siniwayfinding inspiration (12)

Wayfinding pada lahan parkir gedung QV di Melbourne, Australia. Perpaduan warna dan tipografi menciptakan wayfinding yang unik. Foto dari sini

wayfinding inspiration (4)

Menggunakan figur untuk sentuhan personal. Foto dari sini

wayfinding inspiration (3)

Wayfinding langsung di kaki anda. Foto dari sini

wayfinding inspiration (5)

Wayfinding di Mercedez Museum. Foto dari sini

wayfinding inspiration (13)

Wayfinding interaktif dalam bentuk permainan. Sarana pengenalan lingkungan yang menarik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Foto dari sini

wayfindingAplikasi smartphone berisi peta lokasi sebuah event SEGD XLab, sarana saling berkenalan, dan keterangan singkat mengenai pengisi acara. Foto dari sini

Print

Peta lokasi event Keuken #3 di Lodaya, Bandung. Peta ini dibagikan melalui website beberapa hari sebelum acara untuk memudahkan calon pengunjung. Foto dari sini

Tentu saja contoh ini hanya sebagian kecil dari banyak wayfinding inspirasional lainnya. Adakah wayfinding yang menarik bagi anda di lingkungan sekitar? Jangan ragu untuk berbagi dengan kami.

One thought on “Inspirasi Wayfinding

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s